Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

Diagnosis Kolesterol

Kolesterol tinggi dapat didiagnosis sangat mudah dengan tes darah yang disebut panel lipid. Biasanya, dokter akan mengambil sampel darah dan mengirimkannya ke laboratorium untuk dianalisis. Dokter juga akan meminta Anda untuk tidak makan atau minum apa pun selama 12 jam sebelum tes.

Pemeriksaan kadar kolesterol merupakan satu langkah untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit kronis, seperti penyakit stroke dan jantung. Kadar kolesterol dalam darah setidaknya diukur sekali setiap lima tahun pada setiap orang yang berusia di atas 20 tahun.

Tes profil lipid dapat menunjukkan jumlah kolesterol total yang ada dalam tubuh, jumlah LDL, jumlah HDL, dan jumlah trigliserida. Batasan untuk setiap jenis tes ini adalah:

Baca juga: Kadar Normal, Efek Tinggi dan Rendah Gula Darah

1. Kolesterol HDL

Kadar kolesterol normal untuk HDL adalah 40 mg/dl atau lebih, dan dapat dikatakan rendah bila kadarnya kurang dari 40 mg/dl.

2. Kolesterol LDL

Kadar kolesterol normal untuk LDL adalah kurang dari 100 mg/dl, dan akan membahayakan kesehatan Anda bila kadarnya mencapai 160 mg/dl atau lebih.

3. Trigliserida

Kadar trigliserida yang baik dalam darah adalah kurang dari 150 mg/dl, dan termasuk dalam kategori tinggi bila kadarnya mencapai 200 mg/dl atau lebih.

4. Kolesterol Total

Kadar kolesterol total yang baik dalam darah adalah kurang dari 200 mg/dl, termasuk dalam kategori tinggi bila kadarnya mencapai 240 mg/dl atau lebih.

Gejala Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah tidak memiliki gejala yang jelas, tetapi dapat meningkatkan risiko terhadap kondisi yang menimbulkan gejala kolesterol tinggi, di antaranya:

  • Angina (nyeri dada yang disebabkan oleh penyakit jantung)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Stroke
  • Penyakit peredaran darah lainnya

Selain itu, kondisi lain yang memiliki gejala termasuk:

  • Pertumbuhan lunak kekuningan atau lesi pada kulit, yang disebut xanthomas dapat mengindikasikan kecenderungan genetik untuk masalah kolesterol.
  • Orang yang obesitas atau menderita diabetes juga memiliki kolesterol tinggi.
  • Impotensi pada pria disebabkan oleh arteri yang terkena kolesterol darah berlebihan.

Banyak orang yang tidak tahu bahwa dirinya mengalami kolesterol, terlebih jika tidak pernah memeriksakannya. Biasanya, seseorang baru menyadari bahwa dirinya mengalami kolesterol tinggi bersamaan dengan diagnosis penyakit lain, seperti penyakit jantung koroner atau stroke.

Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan kadar HDL dan LDL merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda mempunyai kadar kolesterol tinggi atau masih dalam batas normal. Juga melakukan pemeriksaan profil lipid secara rutin guna mencegah perkembangan penyakit kronis yang bisa disebabkan oleh kondisi tersebut.

Baca juga: Beragam Penyebab Stres yang Sering dialami

Komplikasi kolesterol tinggi dapat menyebabkan plak menumpuk di arteri, jika tidak diobati. Seiring waktu, plak ini dapat menghambat pembuluh darah atau disebut atherosclerosis.

Atherosclerosis adalah kondisi serius yang dapat membatasi aliran darah melalui arteri, dan juga meningkatkan risiko gumpalan darah yang berbahaya. Atherosclerosis dapat menyebabkan banyak komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk:

  • Stroke
  • Serangan jantung
  • Angina
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penyakit pembuluh darah perifer
  • Penyakit ginjal kronis

Kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan empedu, meningkatkan risiko batu empedu.

Pengobatan kolesterol secara alami. Berikut beberapa perubahan gaya hidup yang sederhana dapat menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung:

1. Lakukan Perubahan Diet

Cobalah makanan, seperti oatmeal, kacang kenari, tuna, salmon, sarden, dan tahu, yang membantu kadar kolesterol normal. Jauhi makanan yang mengandung lemak trans, lemak jenuh, dan gula.

2. Berhenti Merokok

Jika perokok, segera berhenti merokok untuk menurunkan kolesterol baik (HDL). Jika berhenti, Anda akan memiliki lebih banyak HDL, yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

3. Olahraga

Langkah untuk membantu mencapai nilai normal kolesterol adalah tetap aktif. Olahraga dalam jumlah sedang, seperti jalan cepat setengah jam sehari, akan membantu mengontrol berat badan. Olahraga menurunkan risiko terkena penyakit jantung, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Olahraga juga dapat menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), yang keduanya baik untuk hati.

4. Hindari Lemak Trans

Lemak trans terkadang terkandung pada makanan sebagai minyak sayur terhidrogenasi parsial, yang sering digunakan dalam margarin dan biskuit, kerupuk, dan kue yang dijual di pasaran. Lemak trans dapat membantu mencapai nilai normal kolesterol.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) telah melarang penggunaan minyak sayur terhidrogenasi parsial per 1 Januari 2021.

5. Makan Makanan Mengandung Asam Lemak Omega-3

Asam lemak omega-3 tidak memengaruhi kolesterol LDL, tetapi dapat menyehatkan jantung sehat, termasuk mengurangi tekanan darah. Makanan dengan asam lemak omega-3 termasuk ikan salmon, mackerel, herring, walnut dan biji rami.

6. Perbanyak Serat Larut

Serat larut dapat mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah. Serat larut terkandung dalam makanan seperti oatmeal, kacang merah, kubis Brussel, apel dan pir.

7. Konsumsi Whey Protein

Protein ini ditemukan dalam produk susu, yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Penelitian telah menunjukkan bahwa whey protein yang dikonsumsi dalam bentuk suplemen dapat menurunkan kolesterol LDL dan kolesterol total, serta tekanan darah.

Baca juga: Manfaat Air Jahe untuk Kesehatan

Pengobatan Kolesterol secara Medis

Dalam beberapa kondisi, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol. Statin adalah obat yang paling sering diresepkan untuk mengatasi kolesterol tinggi. Obat ini menghambat hati menghasilkan lebih banyak kolesterol. Beberapa statin termasuk:

  • Atorvastatin
  • Fluvastatin
  • Rosuvastatin
  • Simvastatin

Dokter mungkin juga akan meresepkan obat lain untuk menurunkan kolesterol tinggi, seperti:

  • Niasin
  • Resin asam empedu atau sequesterants, seperti colesevalamcolestipol, atau cholestyramine
  • Inhibitor penyerapan kolesterol, seperti ezetimibe

Beberapa produk mengandung kombinasi obat-obatan untuk membantu mengurangi penyerapan kolesterol tubuh dari makanan dan mengurangi produksi kolesterol dalam hati. Salah satu contohnya adalah kombinasi ezetimibe dan simvastatin.

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - Klinik Semper support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 4400902